Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Ternyata Ada Makna Penting Bukan Hanya Perayaan Biasa

- 30 April 2023, 20:23 WIB
Ilustrasi - sejarah dan makna Hari Pendidikan Nasional 2 Mei
Ilustrasi - sejarah dan makna Hari Pendidikan Nasional 2 Mei /Unsplash/Syahrul Alamsyah Wahid

BERITASUKOHARJO.com – Hari Pendidikan Nasional atau disingkat menjadi Hardiknas, biasanya dirayakan setiap tanggal 2 Mei. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui bahwasannya Hari Pendidikan Nasional ini memiliki makna penting didalamnya.

Perjuangan yang terkandung dalam sejarah Hari Pendidikan Nasional ini menjadi bagian kisah dari perayaan. Seluruh masyarakat di Indonesia terutama para tenaga pendidik, merayakan Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei.

Lalu apa sih sebenarnya makna dari perayaan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei ini? Mengapa sebegitu penting bagi kemajuan bangsa Indonesia? Yuk simak artikel berikut ini ya.

Baca Juga: SEGERA DAFTAR, 34 Sekolah Kedinasan Paling Banyak Dicari Tahun 2023, Teratas Politeknik Keuangan Negara STAN

Dilansir BeritaSukoharjo.com dari kanal YouTube cikgu kampung, berikut ini sejarah dan makna penting perayaan Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan setiap tanggal 2 Mei.

Hari Pendidikan Nasional selalu dirayakan pada tanggal 2 Mei, yang mana tanggal tersebut merupakan tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantara. Besarnya jasa beliau terhadap pendidikan di Indonesia menjadi alasan ditetapkannya tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia lahir dari lingkungan keluarga Kadipaten Pakualaman di Yogyakarta. Namun, ia menghilangkan nama bangsawannya menjadi Ki Hajar Dewantara.

Baca Juga: SUDAH DIBUKA, Syarat dan Cara Daftar Jalur Mandiri Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun Bulan Mei 2023

Pada zaman kolonial Belanda, saat itu yang menempuh bangku pendidikan hanyalah anak saudagar dan bangsawan. Oleh karena itu, dengan semangat Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah yang bernama taman siswa.

Sekolah tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang ingin menempuh pendidikan. Tidak memandang kasta, bahkan rakyat jelata juga pantas untuk mendapatkan pendidikan di sekolah yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara.

Saat itu ia meyakini bahwa bangsa Indonesia akan maju melalui pendidikan yang diterima oleh masyarakat. Ki Hajar Dewantara terkenal dengan semboyannya yang berbunyi seperti berikut:

Baca Juga: TOP 100! Daftar SMA Terbaik di Indonesia Versi LTMPT, Cari Referensi Sekolahmu di Sini

Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani”

Yang artinya di depan memberikan teladan, di tengah membangun kekuatan dan terus berkarya, di belakang memberi dorongan. Semboyang tersebut hingga saat ini masih menjadi semboyang pendidikan di Indonesia.

Bahkan semboyang tersebut hingga saat ini dijadikan simbol atau logo pendidikan yang lebih dikenal dengan Tut wuri handayani. Melalui perayaan Hari Pendidikan Nasional kali ini, maka kita sudah sepatutnya untuk meneruskan rasa semangat dari Ki Hajar Dewantara.

Kita tetap ikut serta dalam pembangunan pendidikan yang ada di Indonesia mulai dari memberikan pendidikan terbaik untuk orang sekitar. Mulailah dari lingkungan keluarga yakni di dalam rumah.

Baca Juga: Rekomendasi 4 SMA Terbaik di Kota Cilegon Berdasarkan LTMPT yang Bisa Jadi Pilihan Bersekolah di Sana

Semoga sejarah dari dan apa yang sudah diperjuangkan Ki Hajar Dewantara ini menjadikan kita semangat untuk memajukan bangsa Indonesia di dunia pendidikan. ***

Editor: Francisca Adita Maya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah